peran orang tua dalam mendidik anak
Sebagaimana kita
ketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan itu
dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karna
itu tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang
tua, pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Sesuai dengan pembahasan itu maka menitik beratkan pada tanggung
jawab pendidikan di lingkungan keluarga khususnya orang tua. Yang dimaksud
orang tua di sini adalah : ibu dan ayah, ibu dan ayah sebagai orang tua, baik
secara perseorangan ataupun bersama-sama mempunyai peranan yang tak terhingga
dalam kehidupan anak, secara luas, baik yang menyangkut pertumbuhan dan
perkembangan anak dari psikologis ataupun pertumbuhan dan perkembangan
psikologisnya dapat dikatakan bahwa hampir sepenuhnya anak menggantungkan hidup
dan kehidupannya pada orang tua, apakah hidupnya bahagia atau sengsara, sukses
atau gagal dalam hidup selalu bergantung pada orang tua, oleh karnanya tak
dapat disangkal akan peranan orang tua dalam kehidupan anak (siswa) secara luas
(umum).
Mengenai peranan
orang tua terhadap anaknya dalam pendidikan yaitu
meliputi :
a. Kebutuhan akan rasa kasih sayang
b. Kebutuhan akan rasa aman
c. Kebutuhan akan harga diri
d. Kebutuhan akan rasa kebebasan
e. Kebutuhan akan rasa sukses
f. Kebutuhan akan mengenal
Berdasarkan
keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan
orang tua dalam kaitannya dengan pendidikan anak adalah sebagai pendidik
pertama dan utama, di mana tanggung jawab pendidikan anak, utamanya pendidikan
dalam keluarga dipegang oleh orang tua, tanggung jawab orang tua terhadap
pendidikan anak antara lain meliputi :
a. Dorongan/motivasi cinta kasih sayang yang menjiwai hubungan orang tua dengan
anak. Cinta kasih ini mendorong sikap dan tindakan rela menerima tanggung jawab
dan mengabdikan hidupnya untuk sang anak.
b. Dorongan/motivasi kewajiban moral, sebagai konsekwensi kedudukan
orang tua dengan anak atau terhadap keturunannya. Tanggung jawab moral ini
meliputi nilai- nilai relegius spiritual yang dijiwai ketuhanan yang Maha Esa
dan agama masing-masing, disamping didorong oleh kesadaran memelihara martabat
dan kehormatan. Keluarga
c. Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga yang pada gilirannya juga
menjadi bagian dari masyarakat. Bangsa dan negaranya, bahkan kemanusiaan,
tanggung jawab sosial ini merupakan perwujudan kesadaran tanggung jawab
kekeluargaan yang diikuti oleh darah keturunan dan kesatuan keyakinan.
“Dari Ibu Umar RA,
Saya mendengar Rosulullah bersabda setiap kamu
adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai tentang kepemimpinan,
seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanyai tentang kepemimpinannya, seorang
laki-laki (suami) adalah pemimpin atas rumah
tangganya ditanya tentang kepemimpinannya, seorang istri adalah pemimpin
keluarganya dan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin
harta tuannya dan ditanya tentang kepemimpinannya, dan setiap kamu adalah
pemimpin dan ditanya tentang kepemimpinannya” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dalam rangka
kepemimpinannya ini, orang tua berkewajiban dan
bertanggung jawab atas kesejahteraan anak lahir dan batin serta
kebahagiaannya di dunia dan di akhirat, orang tua harus dapat membimbing dan
mengarahkan anak kepada pendidikan yang baik sesuai dengan normanorma agama,
dan adab sopan santun dalam hidup bermasyarakat. Dengan adanya bimbingan dan
pengarahan yang baik dari orang tua terhadap anak sejak masa kanak-kanak maka
dapat diharapkan setelah dewasa nanti segala tindakannya akan selalu didasari
norma-norma agama dan sopan santun.
Dengan demikian
secara tidak langsung orang tua telah memberikan
sumbangan dalam menciptakan suasana masyarakat aman dan tentram.
Berdasarkan kondisi dan masalah di atas, perlu adanya pengembangan
kebijakan yang memungkinkan tokoh agama dan lembaga keagamaan
mengambil peran dan fungsi yang proaktif dalam pembinaan akhlak anak,
langkah ini bukan saja karena motivasi agama, tetapai sebagai langkah
antisipatif terhadap kondisi masyarakat moderen yang mengarah kepada
perusakan sendi-sendi moral anak.
Dalam hubungannya
dengan skripsi ini maka perlu diketahui
sebelumnya bagaimana peranan orang tua dalam pendidikan secara umum.
Adapun peranan orang tua dalam keluarga yang paling menonjol adalah
penanggung jawab anggota keluarga termasuk anak.
Hal ini sesuai
dengan firman Allah At Tahrim 6 yang berbunyi ;
“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (Attahrim : 6)
Ayat tersebut
memberikan perintah kepada kita untuk memelihara dirinya sendiri dan keluarga
agar tidak terjerumus ke dalam api neraka atau hal-hal negatif, salah satu
upaya untuk mewujudkan perintah tersebut adalah melalui pendidikan. Karena
dengan memperoleh pendidikan seorang akan dapat membedakan hal-hal yang baik
dan buruk, ayat tersebut juga menggambarkan bahwa orang tua berkewajiban memberikan
pelajaran agar anak tidak terjerumus dalam kemungkaran.
“Dan orang-orang
berkata : “Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa”
3. Kondisi-Kondisi
Orang Tua Yang Berpengaruh Terhadap Pendidikan Anak
Kondisi-kondisi
orang tua yang sekiranya dapat berpengaruh terhadap
pendidikan anak secara garis besarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu, kondisi
obyektif orang tua dan kondisi subyektif orang tua.
a. Kondisi Obyektif
Orang Tua
Yang dimaksud dengan
kondisi obyektif orang tua di sini adalah
antara lain berupa keutuhan oang tua, kondisi ekonomi orang tua, tingkat
pendidikan orang tua dan status sosial orang tua.
1) Keutuhan Orang
Tua
Keutuhan orang tua
ditandai dengan lengkapnya anggota keluarga khususnya ibu dan ayah dan tak
pernah atau jarang tejadi percekcokan dan pertengkaran antara anggota keluarga
serta semua anggota keluarga dapat saling berkomunikasi dan berkumpul dengan
mudah dan sering.
Keutuhan orang tua
ini juga dapat berpengaruh terhadap ketenangan belajar siswa/anak. Hal ini
sesuai dengan pernyataan sebagai berikut : “untuk kelancaran pendidikan dalam
keluarga, maka perlu ditetapkan acara yang terperinci mengenai materi, waktu.tempat
dan lain- lain.
Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa keutuhan keluarga merupakan salah satu faktor yang ikut
mempengaruhi proses dan hasil belajar anak di sekolah.
2) Kondisi Ekonomi
Orang Tua
Pada zaman sekarang
ini boleh dikatakan bahwa biaya
pendidikan (menuntut ilmu) terutama pada lembaga-lembaga pendidikan
formal adalah cukup besar. Hal ini dapat dilihat pada besarnya biaya
penyelenggaraan pendidikan spp yang diwajibkan pada para siswa, dan
juga keharusan memenuhi sarana dan alat-alat pendidikan terutama saran dalam
alat-alat belajar anak. Hal-hal seperti ini tersebut di atas membutuhkan
tersedianya perekonomian yang mencukupi dari rasa
orang tua agar para siswa dapat mengikuti pend idikan dan belajar dengan baik
sesuai dengan tuntutan yang ada.
Kualitas pendidikan banyak tergantung pada tersedianya
pembiayaan yang memadai dalam penyelenggaraannya. Bahkan
seringkali terjadi keberhasilan pendidikan anak tergantung pada cukup
tidaknya atau tinggi rendahnya perekonomian. Orang tua dengan
demikian orang tua yang mempunyai atau termasuk status ekonominya
yang cukup akan lebih memungkinkan untuk berhasil dalam pendidikan
dari pada orang tua anak yang ekonominya rendah. Oleh sebab itu
dengan ekonominya yag mencukupi akan dapat memenuhi tuntutantuntutan
pendidikan yang membutuhkan pembiayaan seperti sarana dan
prasarana.
Pendidikan berkaitan
dengan pernyataan : “Status ekonomi
banyak menentukan kemampuan keluarga dalam menyediakan fasilitas
sarana yang diperlukan anak dalam menelaah bahan pelajaran di sekolah
dari soal buku pelajaran”.
Selain itu bila status ekonomi orang tua tergolong cukup maka
orang tua akan lebih dapat mencurahkan perhatiannya terhadap
pendidikan anak. Di samping itu siswa sendiri tidak banyak memperoleh
kesulitan dalam rangka pengabdian dan pemenuhan sarana, fasilitas serta saran
alat-alat belajar yang diperlukan demi kelancaran proses pendidikannya. Hal ini
juga berkaitan dengan kenyataan sebagai berikut :
“Orang tua harus
memberikan pelayanan yang sebaik mungkin menurut
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak”.
Telah dibuat berbagai pernyataan mengenai cara memperlakukan anak-anak seperti
misalnya anak-anak harus diawasi dan bukannya didengarkan suaranya saja mereka
hanya mengalami masa muda sekali saja, biarkan mereka menikmantinya,singkirkan
rotan dan memanjakan anak: anak-anak harus dilindungi, anak harus dibiarkan
bebas berbuat; bukanlah persoalan sesungguhnya ialah, bagaimana kita
membesarkan anak-anak selama mereka tetap memperoleh keperluan dasar, yaitu
makanan, air, dan perlindungan.
3) Tingkat
Pendidikan Orang Tua
Dalam kaitannya
dengan pendidikan anak ini, orang tua yang tergolong berpendidikan akan sangat
berarti bagi pendidikan siswa. Di mana seringkali tingkat pendidikan orang tua
dapat mempengaruhi pandangan dan sikap orang terhadap pendidikan anak-anaknya.
Orang tua yang tergolong berpendidikan akan dapat membimbing, membantu serta
pengetahuan pendidikan anaknya hingga ke tingkat yang lebih tinggi sebesar
kemampuan yang dimilikinya, bahkan merasa cukup menyekolahkan anaknya sebatas
sekolah dasar saja.
4) Status Sosial
Orang Tua
Status sosial yang
dimaksud di sini adalah kedudukan orang tua
dalam jajaran interaksi pergaulan sosial dalam masyarakat di mana orang tua itu
hidup. Status sosial orang tua ini dapat mempengaruhi pendidikan para anak,
antara lain dapat mempengaruhi bagaimana orang
memperlihatkan, memikirkan serta memberikan wawasan kependidikan
kepada anak-anaknya mengatakan sebagai berikut : “Status sosial orang
tua pada suatu ketika dapat menentukan sikap mereka terhadap
pendidikan atau peranan pendidikan dalam kehidupan manusia”
b. Kondisi Subyektif
Orang Tua
Yang dimaksud dengan
kondisi subyektif di sini adalah kondisikondisi
yang berkaitan dengan kepribadian orang tua, yang antara lain
meliputi : sikap kepemimpinan orang tua, cara orang tua mendidik anak, cara
memberi pelayanan dan lain- lain.
Sebagai pemimpin keluarga, maka sikap kepemimpinannya
seringkali dominan dalam mempengaruhi pendidikan anak atau pendidikan
anak-anaknya. Dalam hal ini kita mengenai adanya tiga macam sikap
kepemimpinan orang yang dapat mempengaruhi pendidikan anak, yaitu :
sikap otoriter, sikap demokratis, dan sikap laisser faire. Penelitianpenelitian
yang dilakukan oleh para ahli seperti : Mueller, Frnkel, Lawin, membuktikan
sikap kepemimpinan yang lebih efektif adalah :
Sikap demokratis, dimana orang tua di samping memegang
kendali dan mengarahkan secara maksimal perkembangan anak, juga
memberikan kesempatan anak-anaknya untuk berkreasi sesuai dengan
kemampuan yang ada pada diri anak-anak.
Adapun secara
jelasnya kondisi subyektif orang tua itu antara lain
sebgai berikut :
a) Sikap Kemimpinan
Orang Tua
Yang dimaksud dengan
sikap kepemimpinan orang tua di sini adalah sikap dan cara-cara serta
kebijaksanaan yang ditempuh orang tua untuk membimbing dan mendidik anaknya.
Hal- hal tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.
Sikap orang tua dalam mendidik anak-anaknya besar pengaruhnya terhadap
kepribadian anak, dibandingkan dengan sikap otoriter dan laissez faire, maka sikap
demokrasi orang tualah yang lebih menguntungkan dan memberikan hasil yang lebih
baik, dengan
sikap yang demokrasi.
Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan sosial di
dalam rumah keluarga yaitu menyangkut interaksi antar golongan keluarga :
ayah-ibu dan anak-anak yang berpengaruh terhadap berhasil tidaknya proses
belajar anak di sekolah Demi kelancaran serta keberhasilan anak-anak, perlu
diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut hubungan yang penuh
pengertian dan kasih sayang disertai dengan bimbingan dan bila perlu hukuman
untuk menyukseskan belajar anak sendiri.
b) Cara Orang Tua
Mendidik Anak
Cara orang tua
mendidik anaknya besar pengaruhnya tehadap
belajar anaknya. Hal ini sesuai dengan pernyataan sebagai berikut :
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap lingkungan anak sejak kecil adalah sangat
mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya hal ini
disebabkan :
1) Pengaruh itu
merupakan pengala man yang pertama-tama.
2) Pengaruh yang diterima anak itu masih terbatas jumlah dan luasnya.
3) Intensitas pengaruh itu tinggi karena berlangsung terus-menerus
siang dan malam.
4) Umumnya pengaruh
itu diterima dalam suasana aman yang bersifat intim.
Di manapun proses
pendidikan berlangsung alasan utama kehadiran guru adalah untuk membantu siswa
agar belajar sebaikbaiknya. Oleh karena itu, adalah hal esensial (pokok, dasar)
bagi guru untuk memahami sepenuhnya cara dan tahapan belajar yang terjadi
pada diri siswanya.
Keluarga dalam hal
ini orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya
acuh tak acuh terhadap belajar anaknya tidak mau tahu bagaimana kemajuan
anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami anaknya dalam belajar dan lain- lain,
dapat menyebabkan anak kurang berhasil dalam melaksanakan studinya, untuk itu
pendidikan anak dalam keluarga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan
anak terutama teladan dari orang tua sikap dan tingkah laku sehari-hari
kemudian menjelaskan :
Usaha untuk memupuk
rasa hormat anak terhadap orang tuanya. Antara lain:
1) Pupuklah rasa kasih sayang di antara suami istri.
2)Tunjukkanlah kepercayaan orang tua terhadap anaknya
3)Hargailah karya anak dan perhatikanlah keinginan dan kebutuhannya.
4)Kenalkanlah nilai- nilai yang dapat menjadikan kegembiraan kesenangan seluruh
anggota keluarga
5)Bila anak-anak kurang berakhlak kurang baik nasehatilah dengan penuh
kebijaksanaan dan pendidikan yang baik.
Daftar Bacaan
Departemen Agama Al-Qur’an dan Terjemahan,(Jakarta : Yayasan Penterjemah,1985)
Ishak Soleh Manajemen Rumah Tangga, (Bandung : Angkasa,1994)
Gerungan, Psikologi Sosial, (Bandung : Eresco, 1996)
M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidik an, (Bandung : Remaja Karya,1988
Moh Amin, Moral Remaja (Pasuruan Garuda : Buana Indah,1992
Tim Dosen IKIP Malang Pengantar Dasar-Dasar Kependidikan(Surabaya ; Usaha
Nasional,1981),
Slamento, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta Bina Aksara,1988)
Zakiah Dradjat, Kesehatan Mental, (Jakarta : Haji Mas Agung,1990),
Tidak ada komentar:
Posting Komentar